Kemarin iseng-iseng nanya sama anakku yang baru kelas 4, “Siapa sih wakil presiden sekarang?”. Dia jawab “JK pa..?. Menurut undang-undang sih sampai Oktober tahun ini SBY-JK masih presiden-wapres. Akhir-akhir ini sejak pisah ranjang (belum cerai, paling tidak sampai Oktober) seperti berjalan masing-masing. SBY masih sangat identik dengan pemerintah, tapi JK malah seperti oposisi. Padahal mereka sepasang (sepaket) pemimpin negeri ini.
Ambisi, nafsu dan haluan politik bisa mengubah sebuah komitmen. Sangat lucu (minimal menurutku), segala kebijakan yang “dibuat” bersama bisa dimentahkan sendiri karena bersaing demi merebut kursi RI1. Gawat banget negeri ini. Komposisi memimpin negeri ini seperti lebih kecil dari pada program tebar pesona (kata ini katanya ciptaan mBak Mega) cari dukungan ke daerah-daerah, walaupun masih dibalut dengan kunjungan kerja, tapi kok bareng calon cawapresnya.
Read the rest of this entry »